Postingan

Sejarah Trowongan Niyama

Gambar
Penulis : Mohamad Iqbal Ramadani 220731601548 Pada 17 November 1942, Tulungagung mengalami banjir besar akibat luapan Sungai Brantas yang menghancurkan lebih dari 9.000 rumah dan merendam ratusan desa di wilayah selatan Kabupaten Tulungagung. Genangan tersebut membentuk rawa yang luas dan dikenal oleh masyarakat sebagai campur darat. Situasi ini mendorong Residen Kediri saat itu, Enji Kihara, untuk merancang proyek saluran pembuangan air dengan membangun terowongan yang menembus bukit dan langsung mengalir ke Samudra Hindia (Andriani, 2020).   Pembangunan dimulai pada Februari 1943 dengan melibatkan sekitar 20.000 romusha—tenaga kerja paksa yang direkrut dari berbagai wilayah di sekitar Tulungagung. Mereka dipekerjakan dalam kondisi memprihatinkan, tanpa peralatan berat dan dengan upah minim. Pekerjaan ini menghadapi berbagai hambatan seperti medan rawa, hutan lebat, penyakit malaria, serta kurangnya pasokan makanan. Ribuan romusha dilaporkan jatuh sakit dan meningga...